Ancam Akan Memberikan Nilai Rendah, Oknum Guru Honorer Cabuli 7 muridnya

( Tersangka RR)


INHU ( Riau ) - Gabungan Tim PPA  dan tim Opsnal Narasinga Reskrim Polres Inhu dibawah pimpinan Ipda Dahniel SP. S.Sos  berhasil menangkap satu orang  Tersangka  Pencabulan terhadap 7 (tujuh) orang korban Anak dibawah umur  atas nama pelaku RR (43 )pada tanggaal 1 desember 2019 Pukul 13.00 Wib  di Kepulauan Meranti

Pelaku yang sempat di identifikasi lari ke Tanjung Batu kecamatan Kundur  Kab.Karimun Propinsi Kepulauan Riau. Selalu beripindah pindah tempat untuk menghindari kejaran dari Kepolisian Resor Indragiri Indragiri hulu jelas Kapolres Inhu melalui Ps.Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran 5/12/19

Misran mengatakan RR berprofesi sebagai guru honorer disebuah sekolah Menengah Pertama di salah satu wilayah  Peranap dalam kabupaten Inhu mata Pelajaran Olah Raga dan Pramuka dan yang menjadi korbannya merupakan anak didik nya dicabulinya secara bergantian dengan rentang waktu 1 minggu hingga 1 bulan  yang berjumlah 7 (Tujuh) orang

Modusnya dengan mengatakan akan mengambil nilai untuk sekolah dan masing masing korban diundang kerumah nya saat jam pulang sekolah dengan alasan akan diberi tambahan pelajaran untuk mengambil Nilai dan  dengan polosnya korban datang kerumah pelaku yang merupakan guru mereka untuk tujuan akan mengambil nilai.

Namun siapa sangka saat berada dirumah pelaku, korban yg merupakan siswa didiknya di suruh melakukan perbuatan cabul dengan janji janji akan dijadikan juara di kelasnya, jika ada siswa didiknya yang menolak maka pelaku akan mengancam memberikan nilai yang rendah di rapor mereka sehingga dengan terpaksa siswa didik yang menjadi korban tersebut mengikuti kemauan guru bejad tersebut Tambah Paur.

Dan diperkirakan pelaku memiliki gejala sex yang menyimpang, dimana semua korban yang di cabulinya semua adalah laki laki, dan ada salah satu siswa didik yang mengaku jadi korban  tersebut menjelaskan jika pelaku telah  melakukan sodomi sebanyak dua kali. Sehingga membuat para siswa didik yang menjadi korban menjadi trauma dan takut masuk sekolah.

Humas menjelaskan Terkuaknya perbuatan pelaku tersebut saat ada salah satu siswa yang tidak terima atas perbuatan pelaku terhadap dirinya dan kemudian siswa tersebut melaporkan kepada orang tuanya, jika gurunya telah melakukan pelecehan sexual kepada dirinya , mengetahui hal tersebut orang tua korban menjadi marah dan langsung menjumpai guru RR di sekolah keesokn harinya , bersama orang tua siswa yg menjdi korban lain, bersama sama mereka dengan penuh amarah menuju sekolah tempat anak anak mereka belajar.

Mengetahui jika perbuatannya sudah diketahui, pelaku RR langsung melarikan diri dan meninggalkan pekerjaannya serta tempat tinggalnya, di wilayah inhu menuju kota lain untuk bersembunyi.

Pelaku berhasil dibekuk tim serta pelaku mengakui perbuatannya dan saat ini sudah dibawa ke Polres Inhu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.

Terhadap pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat 2 dan 3 UURI no 17 tahun 2016 Atas penetapan Perppu no 01 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UURI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Tutup Paur


Posting Komentar

0 Komentar