Investasi Bodong di Inhu,Kerugian Senilai Rp 21 Miliar Lebih


INHU-Kepolisian Resor (Polres) Inhu berhasil mengungkap investasi bodong bekedok arisan dengan total kerugian mencapai Rp 21 miliar lebih. Dari hasil pengungkapkan polisi, arisan bodong ini telah melibatkan 24.382 orang dari berbagai wilyah di Riau.

Polres Inhu telah menetapkan 1 orang tersangka dan menahan, FS Alias Fany (26), warga Jalan Lintas Rengat – Tembilahan, Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat. Pengungkapkan kasus ini berdasarkan laporan dari Erawati dan kawan-kawan yang mengalami kerugian mencapai Rp 1,5 miliar.

“Fany merupakan owner dari investasi bodong yang berkedok arisan ini. Tersangka merupakan pelaku utama, karena investasi bodong ini seluruhnya diatur dan dikendalikan oleh tersangka dibantu 31 kaki tangan atau admin,” ujar Kapolres Inhu, AKBP Efrizal, SIK konfrensi pers di Mapolres Inhu, Selasa (9/3/2021).

Investasi bodong sudah dijalankan Fani sejak tahun 2019 dalam bentuk arisan sembako. Namun sejak September 2020, arisan yang dijalankan Fani sudah mulai tersendat, namun ia tetap meyakinkan anggotanya dan menjanjikan penyaluran dana arisan akan tetap berjalan.

Dijelaskan Kapolres, berdasarkan penuturan korban Erawati, awal ia tergiur untuk ikut menanamkan saham kepada Fani senilai Rp 150 juta dengan pola arisan sembako. Kemudian Erawati mengajak teman dan saudara nya untuk berinvestasi dengan Fani dengan total investasi senilai Rp 1,5 miliar. Dari total investasi tersebut, Erawati hanya menerima pencairan satu kali senilai Rp 180 juta. “Dan sampai saat ini Erawati belum menerima lagi pencairan atas investasinya. Tersangka hanya mengimingi pencairan,” tuturnya.

Kapolres menambahkan, dalam menjalankan investasi bodong tersebut, tersangka dibantu 31 kaki tangan atau admin yang berasal dari berbagai wilayah di Inhu. Program arisan yang dijalankan Fani bersama 31 admin diantaranya program arisan sembako, program arisan investasi uang, program arisan elektronik, program arisan sepeda motor, program arisan emas murni.
 
“total peserta arisan berjumlah 24.382 orang dengan nilai kerugian Rp 21.215.853.000,- (dua puluh satu milyar dua ratus lima belas juta delapan ratus lima puluh tiga ribu rupiah) yang saat ini sedang didalami,” ucapnya.

Dari tangan tersangka, Polres Inhu sudah menyita sejumlah aset yang diduga dibeli Fani dari hasil investasi bodong yang dilakukannya dan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana yg dilakukan tersangka

Posting Komentar

0 Komentar